Urban Bee Hibah Pariwisata Lebah Kota Bogor

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor mengadakan program untuk membantu masyarakat yang kesulitan dengan adanya pandemi saat ini dengan memberikan bantuan (Hibah) dengan berbagai macam pangan dari Ayam arab, Ternak lele dalam ember, Budidaya lebah madu dan masih banyak lagi yang dihibahkan di beberapa kelurahan di Kota Bogor.

Salah satu yang akan dibahas adalah program Urban Bee dimana anggaran dibelanjakan untuk sarana dan prasarana untuk pembudidayaan lebah madu di tiga tempat yaitu Kelurahan Bubulak, Kelurahan Bantarjati, dan Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, dimana kami Madupaklebah (EurekaFarm) bertindak sebagai penyedia yang meng-handle langsung di tiga tempat tersebut.

foto di rak lebah bersama kelompok tani kelurahan bubulak

Program budidaya lebah madu ini pun salah satu jenis lebah madu yang unik yaitu ciri khasnya yang tidak menyengat dan tubuhnya yang lebih kecil dibandingkan lebah bersengat, lebah ini adalah spesies Trigona yaitu Trigona Laeviceps.

Keuntungan budidaya lebah madu ini adalah lebah yang tidak menyengat jadi bisa dibudidayakan di tempat yang dekat dengan manusia misalnya diteras rumah, dibelakang rumah, taman kota dan sebagainya.

Jika ada yang berminat untuk mencoba membudidayakan lebah madu tak bersengat ini bisa hubungi kami di 0812-8481-4898, nanti bisa ditanyakan tentang semua yang berkaitan dengan cara membudidayakan lebah Trigona, dan bisa membeli bibit lebah di kebun kami.

Mengenal Lebah Trigona Itama

Trigona Itama merupakan lebah tak bersengat yang berasal dari Sumatra lebah ini termasuk dalam genera Heterotrigona. Setiap jenis trigona yang bergenera heterotrigona memiliki ciri yang mudah dibedakan yaitu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, ukuran tubuh trigona jenis ini bisa mencapai 9 mm.

Trigona Itama memiliki warna tubuh yang didominasi oleh warna hitam terang, sepintas seperti warna biru kehitaman seperti warna kumbang. Warna sayap irindiscent hingga kehitaman. Dua pasang kaki dan sepasang tibianya pun berwarna hitam, oleh karena itu pula trigona spesies ini di daerah Banten dikenal dengan sebutan ‘teuweul gagak’.

Di alam bebas, biasanya mereka tinggal di batang pohon berlubang atau tunggul pohon keras. Spesies ini memiliki daerah sebaran yang cukup luas, nyaris seluruh kepulauan di Indonesia  memiliki spesies ini walau pun belakangan ini populasinya kian menyusut akibat perburuan dan kerusakan hutan oleh tangan-tangan jahil manusia.

Hasil madu dari lebah trigona rasanya cenderung lebih asam daripada madu hasil dari lebah bersengat (Apis Mellifera/Dorsata).

Panen lebah Trigona Itama