Mengenal Bee Pollen

Pengertian Bee Pollen

Bee pollen adalah serbuk sari dari lebah yang mengandung karbohidrat, protein, asam lemak, antioksidan, serta vitamin dan mineral. Bee pollen terbentuk dari campuran serbuk sari, nektar, madu, dan cairan tubuh lebah. Sedangkan madu, bee propolis, dan royal jelly adalah produk-produk lain yang dapat diperoleh dari lebah.

Manfaat Bee Pollen

Ada beberapa nutrisi yang terkandung pada bee pollen. Di antaranya adalah vitamin, protein, lemak, karbohidrat, mineral, enzim, dan antioksidan. Karena itu, ada beberapa manfaat bee pollen yang diduga baik untuk kesehatan, seperti:

  • Bekerja sebagai antioksidan

Seperti disebutkan di atas, bee pollen mengandung antioksidan, seperti asam fenolat dan flavonoid, yang berguna melindungi tubuh kita dari serangan radikal bebas, misalnya akibat asap rokok atau polusi udara. Penelitian menunjukkan bahwa bee pollen memberikan perlindungan pada sel-sel tubuh terhadap efek radikal bebas.

  • Meredakan peradangan

Menurut penelitian, bee pollen dapat mengurangi peradangan dan bekerja hampir sama dengan obat antiradang. Sayangnya, penelitian ini baru dilakukan kepada hewan, belum kepada manusia.

  • Meningkatkan kesehatan hati

Ada juga penelitian yang menemukan bahwa bee pollen membantu menjaga kesehatan organ hati. Tak hanya itu, bee pollen dapat membantu proses penyembuhan kerusakan hati. Efek ini terkait dengan efek antiradang dan antioksidan pada bee pollen. Walau demikian, efek bee pollen ini belum banyak diteliti pada manusia secara klinis.

  • Mempercepat penyembuhan

Bee pollen diyakini dapat mempercepat penyembuhan luka, jika dioleskan ke kulit. Produk yang dihasilkan oleh lebah ini bekerja dengan cara meningkatkan sirkulasi darah, membunuh bakteri, dan melembapkan kulit.

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa bee pollen memiliki sifat antimikroba, antijamur, dan antivirus yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus. Efek bee pollen pada sistem kekebalan tubuh ini juga terlihat dapat mencegah pertumbuhan sel kanker, meski masih perlu dikaji lebih lanjut.

Hingga saat ini belum ada cukup bukti ilmiah mengenai manfaat bee pollen lainnya. Potensi bee pollen yang masih menunggu pembuktian lebih lanjut antara lain adalah untuk menangani gejala-gejala sindrom premenstruasi, mengatasi sariawan, memperbaiki selera makan, mengatasi konstipasi dan diare, serta menurunkan berat badan.

Bee Pollen yang dibawa oleh lebah Apis Mellifera

Gambar diatas adalah sekelompok koloni lebah Apis Mellifera yang sedang menyimpan Bee pollen kedalam sarangnya.

sarang lebah Trigona yang didalamnya mengandung Bee Pollen

Gambar diatas adalah sarang lebah trigona yang didalamnya mengandung Bee Pollen, terlihat yang berwarna kuning itu merupakan Bee Pollennya.

Kami menjual Produk Lebah dari Madu,Bee Pollen, Propolis, dan Bibit Lebah

Produk Bee Pollen MaduPakLebah yang telah disaring dan dikemas

Untuk pemesanan dan info bisa hubungi kami di 0812-8481-4898 (Eureka Indra Zatnika)

Sumber artikel :

https://www.alodokter.com/selain-bee-pollen-manfaat-lebah-masih-banyak

Segudang Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Sudah bukan hal yang rahasia bahwa madu adalah minuman/cairan yang memiliki banyak manfaat. Bukan dari segi kesehatan saja madu juga memiliki manfaat bagi kecantikan kulit, oleh karena itu banyak ditemui produk-produk kecantikan yang berbahan dasar madu.

Berikut dibawah ini manfaat madu untuk kesehatan tubuh.

  1. Sumber nutrisi yang lengkap.

Kandungan madu sangat baik bagi kesehatan tubuh kita. Dengan mengkonsumsi madu setiap hari, merupakan cara memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita.

  1. Meningkatkan metabolisme tubuh

Karena mengandung banyak vitamin dan nutrisi inilah maka dengan mengkonsumsi madu bisa membuat metabolisme atau sistem imun dalam tubuh akan meningkat.

  1. Meningkatkan stamina

Dengan kebutuhan nutrisi tubuh yang tercukupi akan berdampak pada stamina yang meningkat, dan tidak mudah mengalami kelelahan setelah beraktifitas.

  1. Memusnahkan bakteri dalam tubuh

Pada beberapa studi klinis dan penelitian, madu turut andil dalam membasmi bakteri jahat yang menyerang tubuh dan menyebabkan penyakit di dalam tubuh seperti bakteri E.coli, Salmonella, dan lain-lain.

  1. Mencegah Kanker

Antioksidan yang terdapat pada madu dapat mencegah resiko terkena penyakit kanker

  1. Mencegah dan mengobati penyakit diabetes

Rasa manis pada madu berbeda dengan gula dan pemanis buatan. Justru kombinasi dari fruktosa dan glukosa dapat membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Oleh karena itu kita harus lebih cermat dalam memilih madu yang alami.

  1. Mengobati luka luar

Pada beberapa penelitian, madu sudah terbukti efektif dalam mengobati luka. Dengan mengoleskan madu murni pada luka, maka luka akan sembuh dan kering tanpa membutuhkan waktu yang lama.

Mengenal Lebah Trigona Itama

Trigona Itama merupakan lebah tak bersengat yang berasal dari Sumatra lebah ini termasuk dalam genera Heterotrigona. Setiap jenis trigona yang bergenera heterotrigona memiliki ciri yang mudah dibedakan yaitu memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, ukuran tubuh trigona jenis ini bisa mencapai 9 mm.

Trigona Itama memiliki warna tubuh yang didominasi oleh warna hitam terang, sepintas seperti warna biru kehitaman seperti warna kumbang. Warna sayap irindiscent hingga kehitaman. Dua pasang kaki dan sepasang tibianya pun berwarna hitam, oleh karena itu pula trigona spesies ini di daerah Banten dikenal dengan sebutan ‘teuweul gagak’.

Di alam bebas, biasanya mereka tinggal di batang pohon berlubang atau tunggul pohon keras. Spesies ini memiliki daerah sebaran yang cukup luas, nyaris seluruh kepulauan di Indonesia  memiliki spesies ini walau pun belakangan ini populasinya kian menyusut akibat perburuan dan kerusakan hutan oleh tangan-tangan jahil manusia.

Hasil madu dari lebah trigona rasanya cenderung lebih asam daripada madu hasil dari lebah bersengat (Apis Mellifera/Dorsata).

Panen lebah Trigona Itama

Manfaat madu untuk mengobati luka..

Manfaat Madu untuk mengobati luka telah banyak diteliti. Berbagai kandungan yang terletak pada madu memiliki manfaat yang sangat baik pada pemulihan jaringan tubuh yang terluka. Madu tersusun dari fruktosa, glukosa dan air. Madu juga mengandung beberapa senyawa nutrisi lain seperti vitamin, protein, dan mineral termasuk niasin, kalsium, tembaga, riboflavin, zat besi, potassium, magnesium, dan zinc.

Cairan manis yang diproduksi oleh lebah ini pun akhirnya digunakan sebagai obat tradisional yang dipercaya bisa mengatasi berbagai kondisi. Biasanya madu digunakan dalam mengobati masalah kulit, berbagai gangguan lambung dan usus, infeksi bakteri, luka bakar hingga diabetes.

Berikut ini 8 Manfaat madu untuk mengobati luka, diantaranya:

1. Mengurangi Peradangan

Madu memiliki fifat antiseptik kuat yang berasal dari hidrogen peroksida yang berasal dari oksidase glukosa yang digunakan untuk membersihkan dan menstrerilkan luka. Hidrogen peroksida bekerja dengan cara membunuh bakteri pada luka tanpa merusak jaringan yang sehat.

2. Mengurangi Rasa Sakit dan Pembengkakan

Kandungan anti peradangan pada madu juga dapat mengurangi pembengkakan serta mencegah timbulnya nanah yang berlebihan pada luka. Madu mampu meredakan pembengkakan yang diakibatkan oleh luka pada kulit.

3. Memperbaiki Sirkulasi Darah di Sekitar Luka

Madu memiliki fungsi memperlancar dan memperbaiki aliran darah disekitar luka.

4. Mengangkat Jaringan Kulit Mati

Gunakan madu untuk menghilangkan jaringan kulit mati akibat bekas luka yang sudah membaik. Oleskan madu secara rutin untuk memperoleh hasil maksimal. Madu yang dioleskan ke kulit bekas luka akan melembabkan kulit serta mencegah timbulnya kerak setelah luka mengering (keropeng). Manfaat Madu dapat merangsang pertumbuhan sel kulit baru.

5. Mempercepat Pemulihan

Penggunaan madu sebagai obat oles mampu meningkatkan pemulihan dan penyembuhan pada luka berbeda ketika anda melihat manfaat kulit rambutan untuk diabetes. Hal ini terjadi karena madu dapat merangsang sel darah putih. Sebagaimana kita tahu bahwa Sel darah putih berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. sel darah putih ini akan berkumpul di bagian tubuh yang terkena luka maka , agar tidak ada kuman penyakit yang masuk melalui luka itu, fungsi tersebut di dukung oleh kemampuan sel darah putih untuk bergerak . Fungsi madu meningkatkan cara kerja sel darah putih. Fungsi sel darah putih ini berguna untuk melindungi dari infeksi penyakit serta pembentukan antibodi di dalam tubuh.

6. Menghambat Pertumbuhan Bakteri

Bakteri adalah kelompok organisme mikroskopis yang tidak mempunyai inti sel. Bakteri memiliki manfaat dalam kehidupan sebagai pengobatan, pangan dan industri . Tetapi, ada pula bakteri yang dapat merugikan salah satunya ialah ketika kita terluka. Bakteri juga bisa masuk dan menyerang tubuh manusia melalui luka yang terjadi pada bagian tubuh tertentu, lingkungan yang kotor dan lembab ikut mempengaruhi, Kasus infeksi bakteri melalui luka antara lain penyakit tetanus, dan antraks. Madu memiliki sifat asam yang sangat rendah, sehingga mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang berkembang di sekitar luka.

7. Berfungsi Sebagai Antioksidan

Berbicara mengenai antioksidan sebenarnya secara alami tubuh telah memiliki antioksidan endogenous atau enzim yang bertindak sebagai antioksidan seperti SOD (Super Oxygen Dismutase) , GPx (Gluthione Peroxidase), PRDX (Peroksidoksin), Catalase, dan HO (Heme Oxydase) yang berperan dalam menyeimbangkan ROS dalam reaksi homeostatis redoks.

Tetapi pada beberapa kondisi pasien dengan penyakit kronis produksi enzim antioksidan dari dalam tubuh umumnya terganggu sehingga menjadi titik awal gagalnya proses penyembuhan luka kronis. Tidak heran dibutuhkan asupan dengan dosis tepat dari luar untuk menyeimbangkan kebutuhan antioksidan dalam tubuh. Selain manfaat daun belimbing wuluh, madu merupakan salah satu sumber antioksidan yang tinggi terutama madu yang dihasilkan oleh bunga yang sedang mekar dan madu Honeydew yang berasal dari Spanyol.

8. Sifat Osmolaritas Tinggi

Madu memiliki sifat osmolaritas yang tinggi sehingga mampu menyerap cairan yan terdapat pada luka dan juga mampu memperbaiki sirkulasi serta pertukaran udara pada area luka.

Madu memiliki banyak manfaat yang pada kehidupan, tetapi tidak semua orang cocok terhadap pengobatan tradisional ini. Kandungan spora botulisme sebanyak 5 persen yang terdapat pada madu tidak cocok untuk anak usia 1 tahun, karena belum tersedianya cukup banyak mikroorganisme pengurai pada usus sang anak. Tetap konsultasikan pengobatan kepada konsultan kesehatan profesional untuk mencegah hal-hal yang berbahaya. Semoga bermanfaat.