Manfaat madu untuk mengobati luka..

Manfaat Madu untuk mengobati luka telah banyak diteliti. Berbagai kandungan yang terletak pada madu memiliki manfaat yang sangat baik pada pemulihan jaringan tubuh yang terluka. Madu tersusun dari fruktosa, glukosa dan air. Madu juga mengandung beberapa senyawa nutrisi lain seperti vitamin, protein, dan mineral termasuk niasin, kalsium, tembaga, riboflavin, zat besi, potassium, magnesium, dan zinc.

Cairan manis yang diproduksi oleh lebah ini pun akhirnya digunakan sebagai obat tradisional yang dipercaya bisa mengatasi berbagai kondisi. Biasanya madu digunakan dalam mengobati masalah kulit, berbagai gangguan lambung dan usus, infeksi bakteri, luka bakar hingga diabetes.

Berikut ini 8 Manfaat madu untuk mengobati luka, diantaranya:

1. Mengurangi Peradangan

Madu memiliki fifat antiseptik kuat yang berasal dari hidrogen peroksida yang berasal dari oksidase glukosa yang digunakan untuk membersihkan dan menstrerilkan luka. Hidrogen peroksida bekerja dengan cara membunuh bakteri pada luka tanpa merusak jaringan yang sehat.

2. Mengurangi Rasa Sakit dan Pembengkakan

Kandungan anti peradangan pada madu juga dapat mengurangi pembengkakan serta mencegah timbulnya nanah yang berlebihan pada luka. Madu mampu meredakan pembengkakan yang diakibatkan oleh luka pada kulit.

3. Memperbaiki Sirkulasi Darah di Sekitar Luka

Madu memiliki fungsi memperlancar dan memperbaiki aliran darah disekitar luka.

4. Mengangkat Jaringan Kulit Mati

Gunakan madu untuk menghilangkan jaringan kulit mati akibat bekas luka yang sudah membaik. Oleskan madu secara rutin untuk memperoleh hasil maksimal. Madu yang dioleskan ke kulit bekas luka akan melembabkan kulit serta mencegah timbulnya kerak setelah luka mengering (keropeng). Manfaat Madu dapat merangsang pertumbuhan sel kulit baru.

5. Mempercepat Pemulihan

Penggunaan madu sebagai obat oles mampu meningkatkan pemulihan dan penyembuhan pada luka berbeda ketika anda melihat manfaat kulit rambutan untuk diabetes. Hal ini terjadi karena madu dapat merangsang sel darah putih. Sebagaimana kita tahu bahwa Sel darah putih berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. sel darah putih ini akan berkumpul di bagian tubuh yang terkena luka maka , agar tidak ada kuman penyakit yang masuk melalui luka itu, fungsi tersebut di dukung oleh kemampuan sel darah putih untuk bergerak . Fungsi madu meningkatkan cara kerja sel darah putih. Fungsi sel darah putih ini berguna untuk melindungi dari infeksi penyakit serta pembentukan antibodi di dalam tubuh.

6. Menghambat Pertumbuhan Bakteri

Bakteri adalah kelompok organisme mikroskopis yang tidak mempunyai inti sel. Bakteri memiliki manfaat dalam kehidupan sebagai pengobatan, pangan dan industri . Tetapi, ada pula bakteri yang dapat merugikan salah satunya ialah ketika kita terluka. Bakteri juga bisa masuk dan menyerang tubuh manusia melalui luka yang terjadi pada bagian tubuh tertentu, lingkungan yang kotor dan lembab ikut mempengaruhi, Kasus infeksi bakteri melalui luka antara lain penyakit tetanus, dan antraks. Madu memiliki sifat asam yang sangat rendah, sehingga mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang berkembang di sekitar luka.

7. Berfungsi Sebagai Antioksidan

Berbicara mengenai antioksidan sebenarnya secara alami tubuh telah memiliki antioksidan endogenous atau enzim yang bertindak sebagai antioksidan seperti SOD (Super Oxygen Dismutase) , GPx (Gluthione Peroxidase), PRDX (Peroksidoksin), Catalase, dan HO (Heme Oxydase) yang berperan dalam menyeimbangkan ROS dalam reaksi homeostatis redoks.

Tetapi pada beberapa kondisi pasien dengan penyakit kronis produksi enzim antioksidan dari dalam tubuh umumnya terganggu sehingga menjadi titik awal gagalnya proses penyembuhan luka kronis. Tidak heran dibutuhkan asupan dengan dosis tepat dari luar untuk menyeimbangkan kebutuhan antioksidan dalam tubuh. Selain manfaat daun belimbing wuluh, madu merupakan salah satu sumber antioksidan yang tinggi terutama madu yang dihasilkan oleh bunga yang sedang mekar dan madu Honeydew yang berasal dari Spanyol.

8. Sifat Osmolaritas Tinggi

Madu memiliki sifat osmolaritas yang tinggi sehingga mampu menyerap cairan yan terdapat pada luka dan juga mampu memperbaiki sirkulasi serta pertukaran udara pada area luka.

Madu memiliki banyak manfaat yang pada kehidupan, tetapi tidak semua orang cocok terhadap pengobatan tradisional ini. Kandungan spora botulisme sebanyak 5 persen yang terdapat pada madu tidak cocok untuk anak usia 1 tahun, karena belum tersedianya cukup banyak mikroorganisme pengurai pada usus sang anak. Tetap konsultasikan pengobatan kepada konsultan kesehatan profesional untuk mencegah hal-hal yang berbahaya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *